Ramai Rencana Mahasiswa Demo 11 April, Adian : Kemana 3 Menteri dan Ketua partai yang Melemparkan Wacana Itu?
Radarpekalongan
2022/04/09 03:50
Ikuti
Ketua LSM kaliber Indonesia bersatu Daerah Provinsi Dki Jakarta ( H. Nan Arya Kharisma ) menyentil tiga menteri dan tiga ketua umum parpol yang awal mula menyuarakan penundanaan pemilu dan jabatan presien 3 periode.
Menurutnya, wacana penundaan pemilu dan jabatan presiden 3 periode telah membuat publik menjadi gelisah.
Publik kemudian sibuk menganalisa perasaan dan keinginan Jokowi.
Itu disampaikan Ketua LSM kaliber Indonesia bersatu ( H. Nan Arya Kharisma ) dalam keterangan Pribadinya / 8 April 2022 Di Markas komando LSM kaliber Indonesia bersatu Daerah Provinsi Dki Jakarta
“Karena menganalisa rasa tidak punya alat ukur, maka sebagian mahasiswa konon berencana demo besar-besaran ke Istana tanggal 11 April nanti,” ujarnya.
Namun anehnya, ketika kondisi sudah sedemikian rupa, tiga menteri dan tiga ketum parpol yang menyuarakan penundaan pemilu dan presiden 3 periode malah menghilang.
“Kemana para menteri dan ketua partai yang melemparkan wacana itu? Kenapa semua tiba tiba menjadi diam dan seolah membiarkan semua dampak dari ide dan wacana yang mereka lemparkan di tanggung akibatnya sendirian oleh Jokowi?” menurut ketua LSM kaliber Indonesia bersatu DKI Jakarta ( H. Arya )
Selain itu, tidak satupun dari mereka yang malah memberikan pembelaan kepada Jokowi.
Ketua LSM kaliber ( H. Arya ) ini juga menilai, ada kejanggalan dalam rentetan peristiwa yang memicu rencana demo besar-besaran kepung Istana.
Sebab, ia menilai bahwa demo yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu adalah salah alamat.
Pertama, yang bicara perpanjangan masa jabatan presiden bukanlah Jokowi, tapi ada tiga menteri.
“Tidak ada satupun dari pemilik wacana yang berteriak lantang pasang badan berkata: “Demo kami, jangan Jokowi….demo ke tempat saya, jangan ke Istana !!menurut Pandangan Saya Secara pribadi
Ada tiga kejanggalan Menurut ketua LSM kaliber Indonesia bersatu DKI Jakarta ( H. Arya )
Kedua, yang bicara perpanjangan masa jabatan presiden juga ada tiga ketua umum partai politik.
Ketiga, yang bicara soal jabatan presiden 3 periode adalah salah satu lembaga survei dan salah satu kader partai politik.
Selain itu, untuk mengubah atau merealisasikan perpanjangan jabatan presiden dari 2 periode menjadi 3 periode juga bukan ada di tangan Jokowi.
“Kenapa yang didemo Jokowi? Bukan 3 menteri, bukan tiga partai, bukan lembaga survei atau kantor partai itu?” heran ( H. Arya Kharisma )
“Kewenangannya ada di Senayan (DPR), bukan di Istana. Tapi kenapa yang didemo justru Istana, bukan Senayan?” sambungnya.
LSM kaliber Indonesia bersatu Daerah Provinsi Dki Jakarta ( H. Arya Kharisma )
1281
Jakarta : 8 April 2022

Lihat artikel asli