Ramai Rencana Mahasiswa Demo 11 April, :Kemana 3 Menteri dan Ketua partai yang Melemparkan Wacana Itu?
Ikuti
H. Arya Kharisma
Menurutnya, wacana penundaan pemilu dan jabatan presiden 3 periode telah membuat publik menjadi gelisah.
Ketua LSM kaliber Indonesia bersatu Daerah Provinsi Dki Jakarta ( H. Nan Arya Kharisma ) menyentil tiga menteri dan tiga ketua umum parpol yang awal mula menyuarakan penundanaan pemilu dan jabatan Presiden 3 periode.
Publik kemudian sibuk menganalisa perasaan dan keinginan Jokowi.
“Karena menganalisa rasa tidak punya alat ukur, maka sebagian mahasiswa konon berencana demo besar-besaran ke Istana tanggal 11 April nanti,” ujarnya.
Itu yang Disampaikan ketua LSM kaliber Indonesia bersatu DKI Jakarta ( H. Arya )
“Kemana para menteri dan ketua partai yang melemparkan wacana itu? Kenapa semua tiba tiba menjadi diam dan seolah membiarkan semua dampak dari ide dan wacana yang mereka lemparkan di tanggung akibatnya sendirian oleh Jokowi?” sentil Adian.
Namun anehnya, ketika kondisi sudah sedemikian rupa, Dan Memanas Di Mata Publik Dan Masyarakat ‘ tiga menteri dan tiga ketum parpol yang menyuarakan penundaan pemilu dan presiden 3 periode malah menghilang. Gak Ada Suaranya
Selain itu, tidak satupun dari mereka yang malah memberikan pembelaan kepada Jokowi.
“Tidak ada satupun dari pemilik wacana yang berteriak lantang pasang badan berkata: “Demo kami, jangan Jokowi….demo ke tempat saya, jangan ke Istana !!!”,” sindir …..ketua LSM kaliber DKI Jakarta ( H. Arya )
Ketua LSM kaliber DKI Jakarta ini juga menilai, ada kejanggalan dalam rentetan peristiwa yang memicu rencana demo besar-besaran kepung Istana. 11 April 2022
Mangkanya : ketua LSM kaliber Indonesia bersatu DKI Jakarta / Melarang keras Dan tidk mengijinkan Pengurus LSM Kaliber indonesia Bersatu Se- DKI Jakarta ….Untuk turun Aksi Demo …khusunya Untuk Pengurus LSM kaliber DKI Jakarta ( TIDAK DI PERBOLEHKAN IKUT AKSI DEMO TANGGAL 11 APRIL 2022 )
Sebab, ia menilai bahwa demo yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu adalah salah alamat.
Ada tiga kejanggalan yang diungkap” Dan di Pelajari Secara adetail ” Menurut Kacamata Pandang ketua LSM kaliber DKI Jakarta ( H. Arya )
Pertama, yang bicara perpanjangan masa jabatan presiden bukanlah Jokowi, tapi ada tiga menteri.
Kedua, yang bicara perpanjangan masa jabatan presiden juga ada tiga ketua umum partai politik.
Ketiga, yang bicara soal jabatan presiden 3 periode adalah salah satu lembaga survei dan salah satu kader partai politik.
“Kenapa yang didemo Jokowi? Bukan 3 menteri, bukan tiga partai, bukan lembaga survei atau kantor partai itu?” heran ketua LSM kaliber ( H. Arya )
Selain itu, untuk mengubah atau merealisasikan perpanjangan jabatan presiden dari 2 periode menjadi 3 periode juga bukan ada di tangan Jokowi.
“Kewenangannya ada di Senayan (DPR), bukan di Istana. Tapi kenapa yang didemo justru Istana, bukan Senayan?” sambungnya. ( 1281 /H. Arya )
LSM kaliber Indonesia Bersatu Daerah Provinsi Dki Jakarta ( Ketua H. Nan Arya Kharisma )
Jakarta : 9 April 2022



Lihat artikel asli